<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kekerasan terhadap anak dibawah umur &#8211; Fakta Hukum Malaka</title>
	<atom:link href="https://malaka.faktahukumntt.com/tag/kekerasan-terhadap-anak-dibawah-umur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://malaka.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Malaka</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Dec 2024 06:57:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://malaka.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-8-32x32.png</url>
	<title>Kekerasan terhadap anak dibawah umur &#8211; Fakta Hukum Malaka</title>
	<link>https://malaka.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aktivis PMKRI Jogyakarta Buka Suara Soal kasus persetubuhan Anak di Desa Forekmodok</title>
		<link>https://malaka.faktahukumntt.com/nasional/aktivis-pmkri-jogyakarta-buka-suara-soal-kasus-persetubuhan-anak-di-desa-forekmodok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[bara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Dec 2024 06:57:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivis PMKRI Jogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Fransiskus Afondi Nahak]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Persetubuhan Anak dibawah umur]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan terhadap anak dibawah umur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://malaka.faktahukumntt.com/?p=15279</guid>

					<description><![CDATA[FAKTAHUKUMNTT.Com &#8211; Pasca Putusan Praperadilan Tersangka AN dalam dugaan tindak pidana persetubuhan anak di Forekmodok yang sampai saat ini belum diselesaikan secara hukum, kini disikapi secara Nasional. Kasus ini dinilai ada pembangkangan terhadap upaya Negara dalam melindungi anak dari segala bentuk kekerasan. Demikian di sampaikan aktifis Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI) Jogyakarta, Fransiskus Afondi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FAKTAHUKUMNTT.Com</strong> &#8211; Pasca Putusan Praperadilan Tersangka AN dalam dugaan tindak pidana persetubuhan anak di Forekmodok yang sampai saat ini belum diselesaikan secara hukum, kini disikapi secara Nasional.</p>
<p>Kasus ini dinilai ada pembangkangan terhadap upaya Negara dalam melindungi anak dari segala bentuk kekerasan.</p>
<p>Demikian di sampaikan aktifis Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI) Jogyakarta, Fransiskus Afondi Nahak S.H kepada media ini, minggu (15/12/2024) melalui pesan whatsappnya.</p>
<p>Fransiskus secara tegas mengatakan bahwa polisi segera proses lagi persoalan ini, Ia pun minta penyidik Polres Malaka untuk proses kasus tersebut.</p>
<p>Dikatakan Alfons, sapaan akrabnya, Walaupun Oknum terduga pelaku berinisial AN sebagai ayah angkat korban, telah memenangkan Praperadilan, namun yang perlu dipahami adalah Putusan Praperadilan itu tidak menghapus tindak pidananya karena Praperadilan menguji syarat formil bukan pokok perkara.</p>
<p>&#8220;Itu kan ada Perma No 4/2016 mengatur itu kan? pasal 2 ayat (3), disitu jelas, bahwa sah atau tidaknya penetapan tersangka, tidak menggugurkan tindak pidana, dan kewenangan penyidik untuk menetapkan kembali seseorang sebagai tersangka dengan dua alat bukti baru. Jo Putusan MK 42/PUU-XV/2017. Yang dalam putusan tersebut menyebutkan aparat penegak hukum dapat menggunakan alat bukti yang pernah di pakai pada perkara sebelumnya, dengan catatan bukti tersebut disempurnakan. Sehingga Polres Malaka segera Sprindik baru dan segera tetapkan rangkap terlapor&#8221; Jelas Aktivis Berlatar hukum tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
